Diskusi Publik : Memperingati Hari Air Sedunia

Diskusi publik memang masih menjadi kegiatan yang belum familiar untuk mahasiswa FTIP khususnya di lingkungan Teknik Pertanian, bahkan untuk lembaga kemahasiswaan di lingkungan FTIP pun masih sangat jarang mengadakan kegiatan diskusi terkait permasalahan atau isu yang berkembang di Indonesia ataupun lingkungan sekitar. Padahal kegiatan-kegiatan yang memantik pola pikir kritis dan kesadaran soal permasalahan masyarakat cukup dibutuhkan oleh mahasiswa yang dimana menyandang gelar insan terdidik.

Himpunan Mahasiswa Sumber Daya Air (Himasda) ITB beberapa pekan lalu tepatnya pada tanggal 21 Maret 2018 mengadakan kegiatan “Diskusi Publik & Nonton Bareng Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2018” dengan tema dampak lingkungan dan kebermanfaatan proyek reklamasi  bertempat di ITB Jatinangor dan kegiatan itu turut mengundang Himateta untuk ikut berpartisipasi. Diawal kegiatan, audiens menonton film dokumenter mengenai kondisi nelayan Muara Angke pada tahap konstruksi proyek reklamasi. Pesan yang ingin disampaikan dari dokumenter tersebut adalah soal kondisi sosial dan lingkungan dari dampak proyek reklamasi. Rawan terjadi konflik sosial antara nelayan dengan pemerintah saat proyek reklamasi berjalan, selain itu dampak lingkungan seperti air laut yang keruh dan mengandung zat kimia, juga produktifitas hasil tangkap ikan menurun. Untuk dokumenter tersebut secara substansial lebih mengambil sudut pandang nelayan Muara Angke terkait proyek reklamasi yang sedang berjalan.

Kegiatan selanjutnya yaitu diskusi sesuai peran yang sudah dibagi saat awal kedatangan audiens, dan peran yang terdapat pada diskusi tersebut yaitu masyarakat, mahasiswa, lingkungan, pemerintah, dan pengembang. Setiap peran mengkaji dengan perspektif perannya terkait proyek reklamasi yang selanjutnya dipaparkan dan dilanjut dengan diskusi umum. Dan kegiatan diskusi pun berjalan asyik, kondusif dan audiens pun banyak mendapatkan pembelajaran dan pandangan soal reklamasi dari masing-masing peran.

Kegiatan semacam diskusi publik memang masih jarang dilaksanakan di lingkup FTIP. Bisa jadi pembelajaran khususnya untuk Himateta agar lebih mengembangkan kegiatan-kegiatan yang merangsang daya nalar kita sebagai mahasiswa Teknik Pertanian untuk lebih peka dengan permasalahan atau isu yang berkembang di bidang Pertanian dan Teknologi Pertanian Indonesia (Hibban, TEP 2015).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *